Jumat, 07 Juni 2013

Solusi Laptop/NoteBook Sering Mati Sendiri

Sedikit cerita, dulu laptop Gue sering mati sendiri karena panas. Biasanya laptop Gue sering mati kalo dipake lebih dari 5 jam. Trus pas Gue, coba dengan 3D( dilihat,diraba dan dibongkar ) Gue bisa mengammbil satu HIPOTESI laptop Gua Sering mati karena panas mungkin karena kipasnya Kurang Berfungsi. Dari Hipotesis itu, Gue coba untuk ke tukang service laptop karena Gue ngga punya alat yang cukup buat bongkar Laptop Gua.

Setelah tiba di tukang service laptop, Gue coba untuk menceritakan kronologis kenapa laptop gua sering mati sendiri. Akhirnya tanpa ngujian Si Tukang Service mengatakan " Penyebab utamanya adalah kipas Laptop Gue yang kotor dan ada semacam krim karet yang udah kering " Jadi Gue harus bayar Untuk memperbaiki laptop dan membeli Krim Karet itu. Besoknya Gue serah terima laptop Gue, Si Tukang Service " Ini kalo laptop lu masih mati lagi, Berarti Kipasnya yang harus di ganti "( Waduh... berarti ini belum ada jaminan kalo laptop Gue bisa Normal lagi )



Satu minggu setelah perbaikan laptop Gue masih Aman, ngga mati-mati lagi. Gue udah senang, namu ternyata eh tenyata di hari kesepuluh( Gue masih inget, Laptop mati lagi bahakan lebih parah cuma bisa nyala  5 menit setelah dinyalain ). Sebenarnya Gue udah mau ke tukang service, tetapi Gue mikir-mikir lagi karena beli kipas sama pasang kipas baru itu ngga murah. Akhirnya gua coba Tanya ke MBAH GOOGLE, Cara mengatasi Laptop Yang sering mati sendiri.

Selama 4 hari gua coba mencari kata kunci lain yang bisa menyelesaikan masalah Gue. Karena untuk kata kunci di atas banyak yang keluar hanya teori yang belum punya bukti. Gue terus mencoba, dimana ada kemauan selalu ada jalan. Geu kemudia nemuin satu postingan blog, yang menurut Gue solusinya konyol tetapi ngga ada salahnya kalo Gue coba. Berikut ini kira-kira isi dari postingan blog tersebut :

Gue coba untuk matiin Laptop Gue selama satu hari, ternyata laptop Gue bisa nyala satu jam lebih. Trus, Gua coba matiin laptop Gue Dua hari, Ternyata bisa tahan 4 Jam. Akhirnya Gue coba untuk matiin laptop Gue Satu minggu Gue pengen liat bisa tahan berapa jam, ternyata bisa tahan 2 Hari. Kemudian Gue coba-coba ah.. matiin laptop satu bulan. Akhirnya sampe sekrang laptop Gue ngga pernah mati-mati lagi.

Dari postingan itu, Gue kemudian terinspirasi untuk menjalankan solusi konyol ini. Gue coba matiin sehari, tetapi aja ngga ada perubahan. Gue akhirnya coba untuk matiin laptop selama satu minggu, kebetulan pas seminggu itu Gue lagi liburan ke bali. Setelah melakukan itu semua, tetap aja hasilnya nihil. Akhirnya gue coba untuk matiin laptop Gue selama satu bulan, Alhamdullillah, sampai saat ini laptop Gue ngga mati-mati lagi udah 5 bulan.

Mungkin itu saja yang Gue bisa bagikan kepada teman-teman semua. Sampe sekarang Gue masih mencari blog itu, tetapi Gue belum ketemu juga. Gue pengen ngasih testimoni, tapi ngga ketemu blognya. Bagi teman-teman pembaca kalo ketemu blog yang punya cerita mirip seperti Gue ini, jangan lupa untuk komen. Bila mencoba trik ini dan berhasil, jangan lupa untuk kasih testimoni. Gue tunggu testimoni kalian bulan depan.

Elmail Clinton Linkedin

Rabu, 10 April 2013

4 Hak Konsumen yang wajib diketahui oleh Konsumen Cerdas

animated gif

Pernah Dengar Consumer's Bill of Rights ? bagi yang belumitu adalah pencetusan hak-hak konsumen oleh Jhon F. Kennedy  dihadapan kongres Amerika Serikat Pada tahun 1962 . Dalam Consumer's Bill of Rights,  terdapat 4 Hak utama yang dimiliki oleh seorang konsumen. Mau tahu Apa saja hak utama itu ? Berikut ini 4 hak utama itu beserta penjelasanya :

PERTAMA : HAK UNTUK MEMEPEROLEH KEAMANAN 

Anda sebagai konsumen memiliki hak untuk memperoleh keamanan atas produk atau jasa yang Anda beli. Produk atau jasa yang Anda beli atau gunakan jangan sampai berbahaya bagi kesehatan dan keamanan Anda. Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan beberapa standarisasi untuk menjamin keamanan bagi konsumen. Berikut ini beberapa standararisasi keamanan yang di keluarkan Pemerintah indonesia
Meskipun telah ada standar yang baik, tetapi Anda sebagai konsumen cerdas perlu juga untuk melakukan pengawasan saat membeli produk. Misalnya : melihat batas kadaluarsa, melihat produk itu punya nomor regristrasi di BP POM, SNI, bagi yang muslim ada label halalnya atau tidak dll.

maker


KEDUA : HAK UNTUK MEMEPEROLEH INFORMASI

Misalnya Anda mau memembeli sebuah susu bubuk, sebelum membeli anda sebagai konsumen berhak untuk mendapatkan informasi mengenai preses pembuatan, bahan yang digunak dll. Anda sebagai konsumen yang cerdas hendaknya mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai kandungan zat-zat yang ada pada produk yang anda beli. 

maker


KETIGA : HAK UNTUK MEMILIH

Anda sebgai konsumen memiliki hak untuk memilih produk mana yang akan Anda beli. Anda sebagai konsumen babas untuk memilihh merek, produk, jenis tanpa ada harus paksaan dari pihak manapun. Anda sebagai konsumen cerdas tentunya memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anda yang penting adalah sesuai dengan budget Anda.

maker

KEEMPAT : HAK UNTUK DI DENGARKAN


Anda sebagai konsumen merhak untuk menyampaikan pendapat atau keluhan mengenai sebuah produk atau jasa yang pernah anda gunakan. Jika anda pernah di tipu oleh suatu produk, Anda sebagai konsumen yang cerdas berhak untuk melaporkan produk tesebut ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Anda juga bisa berpartisipasi untuk membagikan tips untuk menjadi konsumen cerdas dengan mengklik gambar di bawah ini. 

maker

Minggu, 24 Februari 2013

7 Langkah Mudah Memulai Bisnis

Banyak orang yang takut memulai bisnis karena beranggapan bahwa bisnis itu perlu modal yang besar, ruang yang luas, dan harus menyediakan lokasi khusus untuk tempat usaha. Padahal sebetulnya, bisnis bisa dijalankan dari mana saja. Bahkan Anda tetap bisa mendatangkan uang sambil tetap bekerja sebagai karyawan.

Membuat bisnis itu artinya kita harus siap-siap gagal. Dan ketika bisnis itu gagal, telan semua pahitnya, dan jangan menyerah.  Selain pengalaman akan bertambah banyak karena menjalankan bisnis sendiri, Anda pun akan lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab. 

Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi atau kegiatannya di waktu senggang. Simak tujuh cara mudah memulai bisnis di bawah ini:

1. Lakukan hal yang disukaiKeberhasilan Anda tergantung seberapa besar Anda mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Jika Anda melakukan hal yang disukai, hasrat Anda terhadap bisnis tersebut akan menjadikan Anda ahli dan gigih.

2. Dari hidup sehari-hari Banyak pengusaha mendulang keuntungan dengan menjual hal-hal sepele yang kita temukan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya penting namun orang malas melakukannya. Buatlah bisnis yang pelanggan malas melakukannya, atau tidak punya waktu untuk itu. Misalnya bisnis menyewakan tanaman untuk pertemuan atau acara-acara kawinan.

3. Hobi Apakah teman-teman Anda pernah memuji masakan dan busana yang Anda rancang sendiri? Kenapa tidak dikembangkan saja? Jadikan hobi Anda menjadi suatu bisnis dengan mulai menjualnya kepada teman-teman Anda sendiri.

4. Ahli dalam suatu bidang Jika pintar berbahasa Inggris atau merangkai kerajinan, Anda juga dapat berbagi ilmu sekaligus mendapat penghasilan dari situ. Bukalah tempat kursus meski hanya di rumah.

5. Membeli hak jual 

Jika Anda tidak tahu apa yang harus dijual, Anda dapat membeli hak jual produk dari suatu perusahaan. Entah itu makanan atau barang. Apalagi sekarang sudah banyak produk waralaba yang bisa Anda pilih. Pemberi hak jual biasanya memberi keleluasaan untuk mengatur jumlah modal Anda sendiri.

6. Segera mulai 

Jangan menunggu waktu lama untuk berbisnis. Karena faktor perasaan bisa membuat Anda menunda rencana yang telah disusun. Segera bergerak ketika Anda sudah tahu akan menjual produk apa. Beri nama produk yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.

7. Riset pasar

Hal ini juga merupakan komponen yang penting jika mau berbisnis. Caranya bisa dengan mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen. Siapa tahu Anda malah bisa menjadi pencipta tren. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Jangan lupa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk di kemudian hari. (*/dari berbagai sumber)